DSC_0044

Panggung Seni.  Yang dibutuhkan anak-anak muda Tabalong adalah apresiasi terhadap aktivitas berkesenian mereka, selama ini panggung apresiasi itu hanya dikuasai oleh EO yang kebanyakan lebih memperhatikan komersialisasi seni dibanding dari sistem nilai yang dikandung dari sebuah produk seni.  Sudah saatnya kesenian Tabalong bangkit dengan dimulai dari membuka ruang apresiasi untuk anak muda pegiat seni. KARASMIN adalah salah satu panggung apresiasi yang dibuka Perkumpulan Pusaka untuk memulai itu.

DSC_0091Mereka Ingin Berkiprah.  Kiprah anak-anak sebuah Madrasah Tsanawiyah.  Tanpa pamrih mereka berekspresi dalam seni.  Seringnya panggung seperti ini tersedia akan semakin membuka kesempatan buat mereka melakukan koreksi atas setiap penampilannya, akan terjadi proses belajar terus-menerus untuk memperbaiki dirinya.  Perlahan pula mereka tercipta menjadi insan yang percaya diri dian siap berkompetisi.  Tinggal dibutuhkan kebijakan yang mendukung iklim pengembangan bakat mereka.

DSC_0013

Bangga Band Luar. Kadang di berbagai kesempatan kita lebih bangga dengan kehadiran band luar daerah dan melupakan potensi yang kita miliki.  Padahal ada banyak anak muda yang berbakat dibidang seni yang lebih membutuhkan apresiasi.  Kehadiran band luar daerah tak boleh kita hambat, namun eksistensi band lokal harusnya menjadi prioritas bagi kita semua.

Iklan

Awan Kepala Naga

Posted: 13 Juni 2011 in Uncategorized

Naga-nn

AWAN KEPALA NAGA.  Fenomena awan berbentuk kepala naga, lengkap dengan lidahnya yang menjulur keluar dari mulutnya.  Fenomena ini didokumentasi di salah satu ruas jalan Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan selatan (Perempatan Lampu Merah Tanjung Selatan) pada Rabu (08/06/2011).  Fenomena yang mirip (kepala naga) muncul lagi beberapa hari kemudian, sayangnya tidak sempat didokumentasikan.

DSC_0035

Riam Mambanin. Obyek wisata alam dengan air terjun setinggi sekitar 5 m, menjanjikan kesejukan, kesegaran dan udara yang sehat dan deru air yang menyejukkan hati.  Sayangnya obyek ini masih belum terawat maksimal, dimana-mana sampah dan onggokan ranting “mengganggu” indahnya riam-riamnya.

DSC_0053

 

Dipenuhi Batu Besar. Riam Mambanin dipenuhi dengan batu-batu besar dimana air mengalir disela-selanya.  Aliran air yang sejuk menimbulkan suasana yang damai, suasana pegunungan yang sejuk dan suara aneka binatang hutan yang membuat nyaman.

Dian nan Tak Kunjung Padam

Posted: 4 Februari 2011 in Uncategorized

DSC_0035

Api Semangat.  Api semangat yang mestinya menggelorakan jiwa warga Tabalong, di Tugu Tanjung Puri, Masyarakat Tabalong menggelorakan tekad, Kawa Baucap, Kawa Manggawi, Kawa Manyandang (Bisa Berjanji, Bisa Menunaikan Janji dan Bisa Bertanggung Jawab).  Tekad pantang menyerah yang harusnya bisa membawa masyarakat Tabalong menjadi lebih sejahtera.

DSC_0023

Belajar Foto Makro. Meski belum punya lensa khusus foto makro (lantaran hanya punya lensa standar) tapi ingin sekali belajar untuk menghasilkan foto makro dan lalat yang hinggap diatas kursi plastik ini yang jadi “korban” percobaannya.

DSC_0017

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Tugu ini terletak persis di pusat Kota Tanjung.  Dibangun untuk memperingati pertempuran 3 Januari 1949 di kota ini.  Namun sejarah peristiwa itu tergerus jaman, tak banyak generasi sekarang yang mengetahui peristiwa 3 Januari 1949, satu dari ratusan peristiwa di negeri ini yang menjadi ujung tombak pembuktian keberadaan Republik Indonesia di semua pulaunya.  Sudah saatnya Pemerintah Daerah mempelopori penulisan sejarah (Jaman Kerajaan Tanjung Puri hingga Perjuangan Kemerdekaan) agar anak banua ini tahu eksistensi Tabalong yang sudah melalui perjalanan panjang sejarah banua dan negeri ini.

DSC_0022

Makam TNI.  Bukan TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang berkubur disini karena TNI masih eksis di Indonesia.  Foto ini diambil di Makam Pahlawan Tanjung Kencana, Kelurahan Mabu’un, Kabupaten Tabalong.  Saya masih ingat, sewaktu masih duduk di SMA dulu, di nisan makam ini tertulis “Tidak Dikenal” untuk nama, dengan informasi lahir kosong dan info Gugur 3 Januari 1949.  Terkait dengan peristiwa yang dimonumenkan sebagaimana foto diatas.  Entah untuk kebutuhan apa, hampir semua nama “Tidak Dikenal” itu kemudian berubah menjadi “TNI”, jika dikenali mereka adalah anggota TNI, mestinya nama meraka tercantum disana.  Saya khawatir perubahan ini akan membuat hubungan antara monumen di taman diatas dengan para pejuang ini terputus.

DSC_0045

Bambang Pamungkas di Halaman Istana. Anak-anak ini bermain sepak bola di halaman rumput samping Pendopo Bersinar, kediaman resmi Bupati Tabalong.  Alangkah lebih baiknya mungkin jika di Tabalong ada Sekolah Sepak Bola, karena bukan tak mungkin “Bambang Pamungkas” masa depan ditemukan di halaman istana ini.

DSC_0026

Panggung. Anak-anak ini memerlukan panggung, untuk mengasah kemampuan mereka, ruang yang membuka bakat-bakat terpendam menjadi kekuatan dahsat, menjadi pilar prestasi daerah.  Sayangnya tak banyak fasilitas yang tersedia untuk mereka, mereka tersingkir oleh hegemoni orang dewasa, tersingkir oleh kerakusan nepotisme dunia olah raga dan tersingkir karena arena bermain mereka tergusur atas nama pembangunan.  Ayo bersama siapkan panggung untuk mereka.